Bangun Tidur, ada bagian Tubuh tertentu Kesemutan, Berikut Penjelasannya

Ketika sesaat bangun tidur, ada bagian dari tubuh kita yang kesemutan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Posisi tidur miring merupakan salah satu posisi favorit ketika tidur. Selain mengurangi ngorok, posisi tidur miring juga memberikan kenyamanan ekstra.
Tidur miring kurang di anjurkan


Tidur tengkurap dan telentang lebih dianjurkan 

Hanya saja, posisi tidur miring menyimpan risiko kesehatan. Salah satunya adalah rasa kesemutan di tangan atau bagian tubuh lainnya. Pakar mengatakan hal ini disebut sebagai capillary crush.

"Pembuluh darah kapiler tertekan karena berat badan yang hanya terfokus di satu sisi. Akibatnya, peredaran darah di sekitar lengan terganggu. Hal ini membuat rasa kesemutan dan mengurangi kualitas tidur Anda," tutur Michael Breus, PhD, pakar kesehatan tidur sekaligus penulis buku 'GOOD NIGHT: The Sleep Doctor's 4-Week Program to Better Sleep and Better Health,' dikutip dariCNN, Kamis (24/3/2016).


Breus menjelaskan bahwa rasa kesemutan akibat posisi tidur miring bisa mengurangi kualitas tidur Anda. Sebabnya, Anda akan sering terbangun di tengah malam untuk mengganti ke posisi sebelahnya. Siklus ini berulang hingga pagi hari dan membuat perasaan lelah ketika bangun tidur.

Selain itu, gangguan peredaran darah kapiler juga memengaruhi lambung dan saluran pencernaan. Breus menyebut posisi tidur miring bisa menyebabkan asam lambung naik dan membuat rasa tidak nyaman di lambung dan kerongkongan.

"Karena itu jika Anda sering mengalami dua hal ini ketika tidur, sudah saatnya mencoba posisi tidur baru dengan telentang atau tengkurap," paparnya lagi.

Tidur miring juga bisa membuat tubuh bangun terasa kaku. Soal ini, dr Susetyo Soewarno, SpKO dari RS Jakarta, mengatakan karena adanya penggunaan otot berlebihan di salah satu sisi tubuh.

"Misalnya tidur miring di satu sisi saja, otot di sisi tersebut akan dipakai terus menerus. Akibatnya otot akan mengalami spasme yang menyebabkan badan terasa kaku," tutur dr Tyo, beberapa waktu lalu. 

Spasme yang terjadi membuat otot mengerut. Otot yang mengerut tidak memiliki kemampuan untuk memanjang, atau dengan kata lain, otot kehilangan kemampuan fleksibilitasnya.


Dilanjutkan dr Tyo, otot yang bengkak akan membuat pergerakan terganggu. Akibatnya badan terasa tidak nyaman dan aktivitas menjadi tidak maksimal.

Untuk itu, ia menyarankan agar orang merasa tubuhnya kaku setelah bangun tidur untuk melakukanstretchingStretching yang dilakukan akan membuat otot kembali memanjang dan mengembalikan fungsi fleksibilitasnya.
Selamat menikmati tidur yang pulas dan sehat selalu. Terima kasih. 




Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar